DISTRIBUTOR RESMI PRODUK NASA PT. NATURAL NUSANTARA, MEYEDIAKAN SEMUA JENIS PRODUK NASA AGROKOMPLEK, KESEHATAN, KECANTIKAN, PERAWATAN TUBUH, HOME CARE, INFORMASI PEMESANAN WA / CALL : 085648613336 / 085751454578/081234333470
Tampilkan postingan dengan label pestisida organik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pestisida organik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Mei 2018

HARGA FUNGISIDA CORRIN NASA

https://www.nasapacitan.com/2018/05/harga-fungisida-corrin-nasa.html

Fungisida Hayati CORRIN adalah Agens Hayati dari PT Natural Nusantara (NASA) berbasis bakteri Antagonis (Corynebacterium) yang sangat efektif untuk mengendalikan penyakit-penyakit utama pada tanaman padi dan sayuran.

MENGAPA HARUS FUNGISIDA ORGANIK ?
Selain akibat hama, organisme penganggu tanaman yang seringkali menggagalkan pertanian adalah jamur dan bakteri penyebab penyakit pada tanaman.

Bakteri dan jamur penyebab . penyakit ini sangat berbahaya karena penularannya yang dapat melalui air, angin maupun embun selain melalui kontak langsung antar tanaman ataupun dengan perantaraan aneka makhluk hidup. Oleh karenanya pengamatan musim atau cuaca serta ketelitian petani menjadi sangat penting.

Tujuan Utama :
Petani mampu mengenal gejala dini serangan jamur maupun bakteri
Petani mampu memahami dan dapat mengembangkan aneka sumberdaya hayati untuk fungisida maupun bakterisida
Petani paham dan trampil membuat aneka formula fungisida dan bakterisida
Ketika tanaman di lahan tiba-tiba menjadi layu dan cepat menular maka patut diduga bahwa tanaman tersebut terkena penyakit akibat jamur ataupun bakteri melalui akarnya. Ketika yang layu hanya sebagian dari batang tubuh tanaman maka bisa jadi disebabkan oleh hama atau penyakit. Kondisi tersebut seringkali membuat petani panik untuk langsung disemprot dengan pestisida tanpa mengamati terlebih dahulu penyebab nyatanya, yang akibatnya hanya membuang biaya. Bahkan akibat air semprotan tersebut malahan menyebabkan penularan yang lebih cepat.
Gejala umum tersebut biasanya kemudian diikuti dengan busuk akar atau sebagian organ. Setelah beberapa hari baru tercium bau busuk tanaman (gejala serangan bakteri) atau tanaman kering dan tumbuh benang-benang jamur atau bahkan badan sporanya (gejala serangan jamur).

Penanganan dini yang perlu dilakukan adalah segera membakar atau memendam tanaman yang mati tersebut jauh dibawah daerah perakaran atau bahkan di luar lokasi pertaniannya serta kemudian segera melakukan pengendalian atau pencegahan pada tanaman yang belum terserang dengan fungisida atau bakterisida. Pencegahan dini biasa dilakukan dengan penebaran jenis jamur antagonis atau jamur penyubur yang dapat menggusur atau mencegah perkembangbiakan jamur penyebab penyakit tanaman.

Fungsi Fungisida adalah untuk membasmi jamur yang menyerang tanaman baik pada akar, batang ataupun daun. Sedangkan bakterisida adalah pembunuh bakteri penyebab penyakit busuk bagian tanaman. Serangan jamur dan bakteri ini biasanya terjadi karena tanah yang terlalu basah, terlalu asam, ataupun luka tanaman akibat gesekan-himpitan-goresan. Berbagai tanaman yang sering diserang jamur adalah tomat, cabe, dan kentang ataupun tanaman lain.
https://www.nasapacitan.com/2018/05/harga-fungisida-corrin-nasa.html


MENGAPA HARUS FUNGISIDA HAYATI CORRIN ?
Fungisida Hayati CORRIN adalah agens hayati alami berbasis bakteri antagonis (Corynebacterium) yang sangat efektif untuk mengendalikan penyakit – penyakit utama pada tanaman padi dan sayuran.
Fungisida Hayati CORRIN dapat mengendalikan penyakit hawar daun bakteri (HDB) atau penyakit kresek padi (disebabkan bakteri patogen Xanthomonas oryzae) , hawar daun jingga (Bacterial Red Stripe) (BRS), Blast (Pyricularia Oryzae) & bercak daun (Cercospora).
Fungisida Hayati CORRIN dapat juga untuk penyakit – penyakit layu pada sayuran (Fusarium), akar gada pada kobis (Plasmodiophora brassicae), dan layu pada pisang (Fusarium).
Fungsi Utama Fungisida Hayati CORRIN
Mengendalikan penyakit Hawar Daun (HDB) atau penyakit Kresek pada padi yang disebabkan bakteri patogen Xamthomonas oryzae
Mengendalikan penyakit Hawar Daun Jingga yang disebabkan oleh Bacterial Red Stripe (BRS)
Mengendalikan penyakit Blast (Pyricularia Oryzae)
Mengendalikan penyakit Bercak Daun (Cercospora)
CORRIN dapat juga digunakan untuk mengendalikan penyakit-penyakit layu pada sayuran (Fusarium), Akar Gada pada kobis (Plasmodiophora brassicae) dan Layupada pisang (Fusarium).

Cara Penggunaan FUNGISIDA HAYATI CORRIN :
JENIS DOSIS SERBUK DOSIS CAIR CARA WAKTU
Benih 2-4 gr/lt 5 cc/lt Rendam Sebelum semai
Padi 2-4 gr/lt 5 cc/lt Semprot 14, 28 & 42 HST
Sayuran 3-5 gr/lt 5-10 cc/lt Semprot 10-20 hari sekali
Keterangan :

Perendaman benih selama + 15 menit.
Penyemprotan paling baik dilakukan sore hari.
Dilarang untuk mencampur CORRIN dengan pestisida kimia
Sprayer dibersihkan dari sisa – sisa pestisida kimia
Tags: nasa organik, natural nusantara, pestisida hayati corrin

HARGA CORRIN 100gr Rp 50.000

ORDER WA/CALL 0856 4861 3336
                                 0857 5145 4578

Minggu, 20 Mei 2018

NATURAL BVR NASA

https://www.nasapacitan.com/2018/05/natural-bvr-nasa.html

NATURAL BVR(Beuveria Bassiana) merupakan pestisida organik terbaik yang dibuat dari bahan alami sehingga sangat aman. Natural BVR sangat ampuh dalam membasmi hama maupun virus pada tanaman meskipun tanpa tambahan bahan kimia. Pestisida organik ini dikembangkan oleh PT Natural Nusantara yang sudah melalui pengujian terhadap berbagai tanaman dan juga dengan kondisi lahan yang berbeda-beda.

Natural BVR Nasa
Pestisida organik dari NASA ini tidak menimbulkan efek samping bagi tanaman itu sendiri, hewan, manusia dan tentunya terhadap lingkungan. Sehingga sangat terasa manfaatnya dalam meningkatkan kualitas panen petani, tentunya dengan penggunaan sesuai dengan anjuran.
MANFAAT PENGGUNAAN NATURAL BVR

Dapat menguatkan akar tanaman, sehingga tanaman lebih tahan terhadap angin
Aman digunakan dalam jangka panjang
Dapat membasmi hama tanaman, serta melindungi agar hama tidak kembali lagi
Dibuat dari bahan-bahan alami sehingga keseimbangan ekosistem tetap terjaga
Meskipun berfungsi sebagai pengendali hama, akan tetapi Natural BVR tidak akan mematikan musuh alami karena efisien dalam membunuh hama sasaran
Aman dan ramah lingkungan terhadap manusia, tanaman, hewan, dan lahan itu sendiri.

Cara Kerja Natural BVR

Natural BVR bekerja dengan cara masuk dengan melalui mulut serangga, yang akan tumbuh dan berkembang kemudian menghancurkan sistem organ dalam hama tersebut.
BVR juga dapat menempel pada kulit serangga, mengeluarkan enzim lipase, kitinase, dan protease yang akan menghancurkan kulit dari serangga tersebut
BVR akan mengeluarkan racun (asam oksalat, beauvericin dan beauveroilides) untuk membunuh hama. Miselium akan tumbuh secara progresif dan muncul pada tubuh buah berwarna putih di hama yang telah mati.
Kalau hama-hama yang telah terinfeksi bersinggungan dengan hama yang sehat maka hama yang sehat tersebut dapat tertular BVR. Selain dapat tertular secara langsung, penularan juga dapat melalui angin.
Sedangkan untuk efek kematian pada hama dapat terjadi antara 4 hingga 8 hari setelah terinfeksi BVR.
https://www.nasapacitan.com/2018/05/natural-bvr-nasa.html


Hama Sasaran Natural BVR

Padi
Penggerek batang padi (Thryporhiza sp., Chilo supressalis), Wereng (Nilaparvata sp., Nephotettix sp.), Wereng sangit (Leptocorixa accuta) = sasaran utama

Cabai, Tomat, Buncis, Kacang Panjang
Aphis sp., Thrips sp., Tungau, Myzus sp., (sasaran lainnya)

Semangka, Kentang, Bawang Merah dan Daun Bawang
Kutu daun Thrips sp., Aphis sp., Thrips sp., Tungau (sasaran lainnya), Myzus persicae (sasaran lainnya)

Kubis
Plutella xylostella (sasaran lainnya)

Cengkeh, Sawit, Karet, Anggrek
Thrips sp., Aphis sp., (sasaran lainnya)

Mangga, Apel, Anggur, Durian
Myzus sp., Thrips sp., Kutu dompolan (sasaran lainnya)

Kakao
Penggerek buah coklat (PBK)

Kapas, Kopi
Aphis sp., Penggerek pucuk (Earias vittela), Thrips sp., Penggerek buah (Helicoverpa armigera), Empoasca sp.

Tembakau
Spodoptera litura, Penggerek pucuk (Helicoverpa armigera & H. Assulta), Myzus sp., Thrips sp., Bernesia tabaci

Petunjuk Penggunaan :

Untuk dosis Natural BVR 1-2 gram per liter + 100 gram per 1.000 m2
Gunakan campuran dengan cara disemprotkan ke tanaman pada sore hari
Dapat dipadukan dengan POC NASA atau HORMONIK

HARGA NATURAL BVR  100gr  Rp 38.000
Oder produk call/wa 085648613336 / 085751454578

Minggu, 06 Mei 2018

Harga Perekat Dan Perata AERO Nasa


https://www.nasapacitan.com/2018/05/harga-aero-nasa-perekat-dan-perata.html
AERO-810 merupakan perekat-perata-pembasah terutama bagi pestisida (fungisida–insektisida–herbisida) juga untuk pupuk organik cair dengan fungsi antara lain :

Meningkatkan efektifitas / daya kerja penyemprotan pestisida, pupuk dan hormon dengan melekatkan dan meratakan butiran semprot pada daun sehingga tidak mudah menetes/hilang dan tercuci oleh hujan.
Menghemat pestisida, pupuk, hormon karena lebih banyak dan lama melekat /diserap di daun.
Meningkatkan daya kerja pestisida untuk hama berperisai dan yang kulitnya mengandung lapisan lilin.
Membantu membersihkan alat semprot dan tidak mengakibatkan penyumbatan nosel.
AERO-810 tidak banyak membentuk buih/busa, bersifat biodegradable, terurai secara alami sehingga aman bagi lingkungan.
Mekanisme Kerja :
AERO-810 adalah bahan pencampur pestisida (insektisida, fungisida, herbisida) atau pupuk organik cair agar tegangan permukaan air menjadi rendah sehingga pestisida/pupuk organik cair menyebar lebih rata, menempel lebih kuat dan meresap lebih cepat di daun.
https://www.nasapacitan.com/2018/05/harga-aero-nasa-perekat-dan-perata.html


Cara Pakai :"aero-810-perekat-pembasah-perata-campuran-pestisida-natural-nusantara-distributor-resmi-nasa-pentana" 0,2 – 0,4 cc/liter atau 0,5 tutup/ tangki
Volume tutup + 10 cc
1 liter untuk + 5 – 6 ha/lahan

Bahan Aktif :
Polioksi Etilen Alkil Fenolic Ether 810 g/l

Petunjuk Keamanan :
Hindarkan dari makanan, air minum, dan jangkauan anak – anak.

HARGA AERO 250cc Rp 40.000

CALL/WA 085648613336 / 085751454578

Harga Pestona Bulan Ini


PESTONA merupakan Pestisida Organik produksi PT. Natural Nusantara.
Fungsi Pestona adalah sebagai pengendali hama tanaman alami pada tanaman pangan dan hortikultura serta tanaman tahunan.
Produk pengendali hama dari Natural Nusantara ini diproses dari hasil ekstraksi berbagai bahan alami yang mengandung bahan aktif yang merupakan pengendali hama dan penyakit alami.
https://www.nasapacitan.com/2018/05/harga-pestona-nasa-bulan-ini.html


Zat aktif tersebut antara lain :
Azadirachtin,
Ricin (asam ricin),
Polifenol,
Alkaloid,
Sitral,
Eugenol,
Annonain,
 Nikotin
Cara Kerja PESTONA
PESTONA tidak membunuh hama secara cepat, tetapi berpengaruh pada daya makan, pertumbuhan, daya reproduksi, proses ganti kulit, hambatan pembentukan serangga dewasa, menghambat komunikasi seksual, penurunan daya tetas telur, dan menghambat pembentukan kitin.
Selain itu berperan sebagai zat pemandul, mengganggu proses perkawinan serangga hama, menghambat peletakkan telur dan dapat bekerja secara kontak dan sistemik. PESTONA memiliki daya kerja dalam mengurangi nafsu makan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) atau mencegah OPT merusak tanaman lebih banyak, walaupun jarang menyebabkan kematian segera pada serangga/hama.

Beberapa fungsi zat yang terkandung pada PESTONA sebagai berikut:
Azadirachtin
Mampu mengendalikan beberapa jenis hama dan berperan sebagai fungisida, bakterisida, antivirus, dan moluskisida.
Formula ini tidak membunuh hama secara cepat, tetapi berpengaruh terhadap hama pada daya makan, pertumbuhan, daya reproduksi,proses ganti kulit, hambatan pembentukan serangga dewasa, menghambat perkawinan, komunikasi seksual, penurunan daya tetas telur dan menghambat pembentukan kitin. Formula ini juga berperan sebagai zat pemandul, mengganggu proses perkawinan serangga hama, menghambat peletakan telur dan dapat bekerja secara sistematik.

Ricin [asam ricin]
Berfungsi untuk mengendalikan berbagai macam hama serangga, cendawan dan nematoda parasit tanaman.

Alkaloid
Bersifat toksin terhadap beberapa jenis serangga, pada umumnya untuk menanggulangi serangga hama gudang.

Polifenol
Bersifat untuk menghambat serangga hama dan pertumbuhan larva serangga menjadi pupa.

Sitral
Mampu mengendalikan serangga, khususnya hama gudang dan menghambat peletakan telur. Kandungannya bersifat sebagai penyebab desikasi pada tubuh serangga, yaitu apabila serangga terluka maka serangga akan terus-menerus kehilangan cairan tubuhnya.

Annonain
Berfungsi sebagai penolak serangga dan penghambat makan dengan cara kerja sebagai racun kontak dan racun perut. Kandungan ini dapat menanggulangi hama belalang dan ulat.

Eugenol
Berfungsi untuk mengendalikan lalat buah,kandungannya juga berperan sebagai fungisida yang disebabkan jamur.

Nikotin
Bersifat sebagai penolak serangga, fungisida,akarisida, yang bekerja secara racun kontak, perut dan pernafasan serta bersifat sistematik. Kandungan ini bisa mengendalikan beberapa macam penyakit tanaman dan nematoda.
https://www.nasapacitan.com/2018/05/harga-pestona-nasa-bulan-ini.html


HAMA SASARAN
Wereng, Walang sangit, Penggerek batang, Belalang,Kepik, Thrips, Tungau, Ulat, dll.

SIFAT dari PESTONA
Mudah terurai (tidak beresidu) sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan hewan peliharaan.

DOSIS
Larutkan 5 cc - 10 cc / 1 liter air (7-10 tutup/tangki).
Aduk sampai merata.Semprotkan/gemborkan pada tanaman yang terkena serangan hama secara merata.
Untuk hasil yang maksimal sebaiknya tanaman disemprot/digembor sesering mungkin, minimal 3 (tiga) kali penyemprotan atau penggemborkan per musim.
Sebaiknya waktu penyemprotan/penggemborkan pada sore hari.

HARGA PESTONA
500cc Rp 55.000

PESAN PRODUK CALL/WA 085648613336/085751454578

Selasa, 01 Mei 2018

Natural GLIO Pestisida Organik Pengendali Penyakit Akar Tanaman

https://www.nasapacitan.com/2018/05/natural-glo-pestisida-organik.html

Natural GLIO adalah pengendali penyakit alami yang berbahan aktif Gliocladium sp dan Trichoderma sp .
Natural GLIO mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman, mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh Gliocladium, mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan, selaras dengan keseimbangan alam, mudah dan murah.

MENGAPA MENGGUNAKAN NATURAL GLIO :
Mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman.
Mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh GLIO.
Mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit.
Aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan.
Selaras dengan keseimbangan alam, mudah dan murah.
MEKANISME KERJA GLIO
Pupuk organik Nasa yang berupa Natural GLIO bersifat Hiperparasit terhadap pathogen penyakit tanaman, sehingga terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi. Natural GLIO mengeluarkan zat antibiotik yaitu Gliovirin dan Viridin yang akan mematikan pathogen penyebab penyakit tanaman dan Natural GLIO ini akan berkembang terus mengkolonisasi melindungi tanaman dari gangguan pathogen.

SASARAN
Cabai, Tomat, Kubis, Terong, Bawang merah, Bawang daun, Semangka, Melon,Kelapa sawit,Kakao,Karet dll.

PATHOGEN / Sumber Infeksi Penyakit
Fungsi/sasaran utama :
Rebah semai (Phytium sp. Rizoctonia sp.)
Penyakit Layu (Fusarium sp. Pseudomonas sp.)

Fungsi/sasaran lainnya :
Penyakit Antraknosa (Colletrotichum sp. Gloeosporium sp.)
Akar Gada/Bengkak (Plasmodiphora sp.)
MANFAAT NATURAL GLIO:
1). PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN TOMAT.
2). PENYAKIT LAYU PADA TANAMAN CABAI.
3). BUSUK BUAH PADA TANAMAN CABAI.
4). PENYAKIT LAYU(NGOLER) PADA TANAMAN BAWANG.
5). PENYAKIT BUSUK BATANG PADA TANAMAN PANILI.
6). JAMUR UPAS PADA TANAMAN KOPI.
7). JAMUR GANODERMA PADA TANAMAN SAWIT DAN KARET.
8). PENYAKIT BUSUK BUAH PADA TANAMAN KAKAO/COKLAT.
9). JAMUR AKAR PUTIH(JAP) PADA TANAMAN KARET.
Catatan :
    GLIO terutama bersifat prefentif (pencegahan)
    GLIO terutama mengendalikan penyakit yang berada di tanah.

PETUNJUK PENGGUNAAN
1. Penggunaan langsung, pada tanaman holtikultura dan pangan diberi 1 – 2 gr tiap tanaman pada lubang yang akan ditanami.
2. Penggunaan bersama pupuk kandang (lebih dianjurkan), 1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang/kompos 25-50 kg , diamkan + 1 minggu dalam kondisi lembab, baru kemudian digunakan sebagai pupuk dasar.
3. Tanaman terinfeksi penyakit, jika terjadi gejala serangan pathogen, maka
1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang matang atau kompos 2-3 kg lalu diamkan + 1 minggu baru digunakan, dosis 2-3 sendok makan pada tanaman terserang.
Catatan : waktu pemberian GLIO sore hari.
Natural Glio efektif diberikan sejak awal penanaman sebagai pemupukan dasar.

1). Ambil 1 kotak GLIO di campur 25-30Kg pupuk kandang/kompos.
2). Setelah dicampur masukan kedalam kantong,untuk disimpan selama 1-2 minggu.
3). Setelah mengembang biakan spora-spora, campuran tadi siap digunakan sebagai pupuk awal untuk luas lahan 500-1000m2.
Bersamaan dengan penaburan SUPER NASA saat olah lahan tanam.

CARA PEMAKAIAN KEDUA UNTUK TANAMAN YANG SUDAH DITANAM:
NATURAL GLIO JUGA BISA DICAMPUR DENGAN SUPER NASA, POC NASA UNTUK PENGGUNAAN SEBELUM TANAM.
1). 1 SENDOK MAKAN NATURAL GLIO DITAMBAH 1 SENDOK SUPERNASA DITAMBAH 2-3TUTUP POC NASA DIADUK SAMPAI RATA.
2). MASUKKAN KEDALAM EMBER/GEMBOR, SETELAH ITU SIRAMKAN LARUTAN TADI KE ATAS BEDENGAN SEBELUM DITUTUP MULSA PLASTIK.
3). ATAU DAPAT DIKOCORKAN KE LUBANG TANAM DENGAN TAKARAN 200 ML AIR PERLUBANG TANAM.

Peringatan :
jangan dicampur dengan pestisida kimia
Simpan di tempat yang sejuk dan terlindung dari sinar matahari secara langsung.
Pengaruh Jamur Antagonis (Gliocladium sp) Dalam Mengendalikan Jamur Patogen Tular Benih Pada Tanaman Padi (Oryza sativa)
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah jamur antagonis (Gliocladium sp.) dapat mengendalikan jamur patogen tular benih pada tanaman padi (Oryza sativa).
Perlakuan yang diqunakan dalam penelitian ini adalah : Varietas Cisokan dan PB 42 diperlakukan dengan jamur Gliocladium sp. dan tanpa perlakuan.

Parameter pengamatan yang dilakukan adalah:
A). Di laboratorium yaitu;
Jenis-jenis jamur patogen tular benih.
Persentase daya kecambah,
Persentase benih terserang.
B). Di Rumah Kaca yaitu: Persentase bibit terserang jamur.

Hasil penelitian ditemukan 7 spesies jamur patogen tular benih yaitu:
Drechslera oryzae,
Pyricularia oryzae,
Alternaria padwickii,
Fusarium moniliformae,
Fusarium raminiarum,
Cercospora oryzae, dan
Curvularia eragrostidis.
Perlakuan Gliocladium sp. dapat menurunkan persentase benih terserang jamur patogen tular benih pada kedua varietas. Penurunan persentase serangan jamur pada varietas PB 42 adalah: 1.25 - 15.50 %. dan pada Varietas Cisokan adalah 2.25 - 7.75 %. Jamur Gliocladium sp. juga dapat meningkatkan persentase daya kecambah normal untuk kedua varietas yaitu 23 % untuk varietas PB 42 dan 29,65 % untuk varietas Cisokan.

HARGA NATURAL GLIO 100gr  Rp 40.000 untuk wilayah jawa