DISTRIBUTOR RESMI PRODUK NASA PT. NATURAL NUSANTARA, MEYEDIAKAN SEMUA JENIS PRODUK NASA AGROKOMPLEK, KESEHATAN, KECANTIKAN, PERAWATAN TUBUH, HOME CARE, INFORMASI PEMESANAN WA / CALL : 085648613336 / 085751454578/081234333470
Tampilkan postingan dengan label pestisida organik nasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pestisida organik nasa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Mei 2018

Harga Pestona Bulan Ini


PESTONA merupakan Pestisida Organik produksi PT. Natural Nusantara.
Fungsi Pestona adalah sebagai pengendali hama tanaman alami pada tanaman pangan dan hortikultura serta tanaman tahunan.
Produk pengendali hama dari Natural Nusantara ini diproses dari hasil ekstraksi berbagai bahan alami yang mengandung bahan aktif yang merupakan pengendali hama dan penyakit alami.
https://www.nasapacitan.com/2018/05/harga-pestona-nasa-bulan-ini.html


Zat aktif tersebut antara lain :
Azadirachtin,
Ricin (asam ricin),
Polifenol,
Alkaloid,
Sitral,
Eugenol,
Annonain,
 Nikotin
Cara Kerja PESTONA
PESTONA tidak membunuh hama secara cepat, tetapi berpengaruh pada daya makan, pertumbuhan, daya reproduksi, proses ganti kulit, hambatan pembentukan serangga dewasa, menghambat komunikasi seksual, penurunan daya tetas telur, dan menghambat pembentukan kitin.
Selain itu berperan sebagai zat pemandul, mengganggu proses perkawinan serangga hama, menghambat peletakkan telur dan dapat bekerja secara kontak dan sistemik. PESTONA memiliki daya kerja dalam mengurangi nafsu makan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) atau mencegah OPT merusak tanaman lebih banyak, walaupun jarang menyebabkan kematian segera pada serangga/hama.

Beberapa fungsi zat yang terkandung pada PESTONA sebagai berikut:
Azadirachtin
Mampu mengendalikan beberapa jenis hama dan berperan sebagai fungisida, bakterisida, antivirus, dan moluskisida.
Formula ini tidak membunuh hama secara cepat, tetapi berpengaruh terhadap hama pada daya makan, pertumbuhan, daya reproduksi,proses ganti kulit, hambatan pembentukan serangga dewasa, menghambat perkawinan, komunikasi seksual, penurunan daya tetas telur dan menghambat pembentukan kitin. Formula ini juga berperan sebagai zat pemandul, mengganggu proses perkawinan serangga hama, menghambat peletakan telur dan dapat bekerja secara sistematik.

Ricin [asam ricin]
Berfungsi untuk mengendalikan berbagai macam hama serangga, cendawan dan nematoda parasit tanaman.

Alkaloid
Bersifat toksin terhadap beberapa jenis serangga, pada umumnya untuk menanggulangi serangga hama gudang.

Polifenol
Bersifat untuk menghambat serangga hama dan pertumbuhan larva serangga menjadi pupa.

Sitral
Mampu mengendalikan serangga, khususnya hama gudang dan menghambat peletakan telur. Kandungannya bersifat sebagai penyebab desikasi pada tubuh serangga, yaitu apabila serangga terluka maka serangga akan terus-menerus kehilangan cairan tubuhnya.

Annonain
Berfungsi sebagai penolak serangga dan penghambat makan dengan cara kerja sebagai racun kontak dan racun perut. Kandungan ini dapat menanggulangi hama belalang dan ulat.

Eugenol
Berfungsi untuk mengendalikan lalat buah,kandungannya juga berperan sebagai fungisida yang disebabkan jamur.

Nikotin
Bersifat sebagai penolak serangga, fungisida,akarisida, yang bekerja secara racun kontak, perut dan pernafasan serta bersifat sistematik. Kandungan ini bisa mengendalikan beberapa macam penyakit tanaman dan nematoda.
https://www.nasapacitan.com/2018/05/harga-pestona-nasa-bulan-ini.html


HAMA SASARAN
Wereng, Walang sangit, Penggerek batang, Belalang,Kepik, Thrips, Tungau, Ulat, dll.

SIFAT dari PESTONA
Mudah terurai (tidak beresidu) sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan hewan peliharaan.

DOSIS
Larutkan 5 cc - 10 cc / 1 liter air (7-10 tutup/tangki).
Aduk sampai merata.Semprotkan/gemborkan pada tanaman yang terkena serangan hama secara merata.
Untuk hasil yang maksimal sebaiknya tanaman disemprot/digembor sesering mungkin, minimal 3 (tiga) kali penyemprotan atau penggemborkan per musim.
Sebaiknya waktu penyemprotan/penggemborkan pada sore hari.

HARGA PESTONA
500cc Rp 55.000

PESAN PRODUK CALL/WA 085648613336/085751454578

Selasa, 01 Mei 2018

Natural GLIO Pestisida Organik Pengendali Penyakit Akar Tanaman

https://www.nasapacitan.com/2018/05/natural-glo-pestisida-organik.html

Natural GLIO adalah pengendali penyakit alami yang berbahan aktif Gliocladium sp dan Trichoderma sp .
Natural GLIO mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman, mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh Gliocladium, mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan, selaras dengan keseimbangan alam, mudah dan murah.

MENGAPA MENGGUNAKAN NATURAL GLIO :
Mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman.
Mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh GLIO.
Mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit.
Aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan.
Selaras dengan keseimbangan alam, mudah dan murah.
MEKANISME KERJA GLIO
Pupuk organik Nasa yang berupa Natural GLIO bersifat Hiperparasit terhadap pathogen penyakit tanaman, sehingga terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi. Natural GLIO mengeluarkan zat antibiotik yaitu Gliovirin dan Viridin yang akan mematikan pathogen penyebab penyakit tanaman dan Natural GLIO ini akan berkembang terus mengkolonisasi melindungi tanaman dari gangguan pathogen.

SASARAN
Cabai, Tomat, Kubis, Terong, Bawang merah, Bawang daun, Semangka, Melon,Kelapa sawit,Kakao,Karet dll.

PATHOGEN / Sumber Infeksi Penyakit
Fungsi/sasaran utama :
Rebah semai (Phytium sp. Rizoctonia sp.)
Penyakit Layu (Fusarium sp. Pseudomonas sp.)

Fungsi/sasaran lainnya :
Penyakit Antraknosa (Colletrotichum sp. Gloeosporium sp.)
Akar Gada/Bengkak (Plasmodiphora sp.)
MANFAAT NATURAL GLIO:
1). PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN TOMAT.
2). PENYAKIT LAYU PADA TANAMAN CABAI.
3). BUSUK BUAH PADA TANAMAN CABAI.
4). PENYAKIT LAYU(NGOLER) PADA TANAMAN BAWANG.
5). PENYAKIT BUSUK BATANG PADA TANAMAN PANILI.
6). JAMUR UPAS PADA TANAMAN KOPI.
7). JAMUR GANODERMA PADA TANAMAN SAWIT DAN KARET.
8). PENYAKIT BUSUK BUAH PADA TANAMAN KAKAO/COKLAT.
9). JAMUR AKAR PUTIH(JAP) PADA TANAMAN KARET.
Catatan :
    GLIO terutama bersifat prefentif (pencegahan)
    GLIO terutama mengendalikan penyakit yang berada di tanah.

PETUNJUK PENGGUNAAN
1. Penggunaan langsung, pada tanaman holtikultura dan pangan diberi 1 – 2 gr tiap tanaman pada lubang yang akan ditanami.
2. Penggunaan bersama pupuk kandang (lebih dianjurkan), 1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang/kompos 25-50 kg , diamkan + 1 minggu dalam kondisi lembab, baru kemudian digunakan sebagai pupuk dasar.
3. Tanaman terinfeksi penyakit, jika terjadi gejala serangan pathogen, maka
1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang matang atau kompos 2-3 kg lalu diamkan + 1 minggu baru digunakan, dosis 2-3 sendok makan pada tanaman terserang.
Catatan : waktu pemberian GLIO sore hari.
Natural Glio efektif diberikan sejak awal penanaman sebagai pemupukan dasar.

1). Ambil 1 kotak GLIO di campur 25-30Kg pupuk kandang/kompos.
2). Setelah dicampur masukan kedalam kantong,untuk disimpan selama 1-2 minggu.
3). Setelah mengembang biakan spora-spora, campuran tadi siap digunakan sebagai pupuk awal untuk luas lahan 500-1000m2.
Bersamaan dengan penaburan SUPER NASA saat olah lahan tanam.

CARA PEMAKAIAN KEDUA UNTUK TANAMAN YANG SUDAH DITANAM:
NATURAL GLIO JUGA BISA DICAMPUR DENGAN SUPER NASA, POC NASA UNTUK PENGGUNAAN SEBELUM TANAM.
1). 1 SENDOK MAKAN NATURAL GLIO DITAMBAH 1 SENDOK SUPERNASA DITAMBAH 2-3TUTUP POC NASA DIADUK SAMPAI RATA.
2). MASUKKAN KEDALAM EMBER/GEMBOR, SETELAH ITU SIRAMKAN LARUTAN TADI KE ATAS BEDENGAN SEBELUM DITUTUP MULSA PLASTIK.
3). ATAU DAPAT DIKOCORKAN KE LUBANG TANAM DENGAN TAKARAN 200 ML AIR PERLUBANG TANAM.

Peringatan :
jangan dicampur dengan pestisida kimia
Simpan di tempat yang sejuk dan terlindung dari sinar matahari secara langsung.
Pengaruh Jamur Antagonis (Gliocladium sp) Dalam Mengendalikan Jamur Patogen Tular Benih Pada Tanaman Padi (Oryza sativa)
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah jamur antagonis (Gliocladium sp.) dapat mengendalikan jamur patogen tular benih pada tanaman padi (Oryza sativa).
Perlakuan yang diqunakan dalam penelitian ini adalah : Varietas Cisokan dan PB 42 diperlakukan dengan jamur Gliocladium sp. dan tanpa perlakuan.

Parameter pengamatan yang dilakukan adalah:
A). Di laboratorium yaitu;
Jenis-jenis jamur patogen tular benih.
Persentase daya kecambah,
Persentase benih terserang.
B). Di Rumah Kaca yaitu: Persentase bibit terserang jamur.

Hasil penelitian ditemukan 7 spesies jamur patogen tular benih yaitu:
Drechslera oryzae,
Pyricularia oryzae,
Alternaria padwickii,
Fusarium moniliformae,
Fusarium raminiarum,
Cercospora oryzae, dan
Curvularia eragrostidis.
Perlakuan Gliocladium sp. dapat menurunkan persentase benih terserang jamur patogen tular benih pada kedua varietas. Penurunan persentase serangan jamur pada varietas PB 42 adalah: 1.25 - 15.50 %. dan pada Varietas Cisokan adalah 2.25 - 7.75 %. Jamur Gliocladium sp. juga dapat meningkatkan persentase daya kecambah normal untuk kedua varietas yaitu 23 % untuk varietas PB 42 dan 29,65 % untuk varietas Cisokan.

HARGA NATURAL GLIO 100gr  Rp 40.000 untuk wilayah jawa